Mentawai, Kepulauan Indah Itu Tersapu Tsunami

Mentawai, Kepulauan Indah Itu Tersapu Tsunami
Fitraya Ramadhanny – detikNews

Jakarta – Mentawai mendadak menjadi pusat perhatian ketika tsunami 3 meter menerjang dan menewaskan 31 orang. Selama ini, kepulauan yang indah ini seolah luput dari perhatian. Padahal, pasir putih dan ombaknya sudah lama menarik turis mancanegara.

“Pulau-pulaunya bagus banget tapi sepi. Menginap di sana kayak punya pulau pribadi,” kata Kinanti, seorang petualang Aku Cinta Indonesia (ACI) kepada detikcom, Selasa (26/10/2010). Kinanti baru saja mengunjungi Pulau Mentawai beberapa hari lalu.

Keindahan Kepulauan Mentawai memang luar biasa. Pasir putih menghampar, laut biru berhiaskan terumbu karang. Sementara eksotika masih ditambah pula dari Suku Mentawai yang kesenian tatonya sudah melegenda di dunia.

Pulau Siberut adalah pulau utama di Mentawai. Pulau ini dicapai dengan ferry selama 10 jam dari Padang. Pulau ini menjadi yang paling ramai aktifitas penduduknya. Sementara, masih banyak tempat menarik seperti Pulau Botik dengan pasir putih dan batu karang.

Sejumlah resort bertebaran di Mentawai menjadi bukti ketertarikan tinggi para turis asing di Mentawai. Kebanyakan adalah peselancar yang berburu ombak untuk ditaklukan.

Nah, mengenai pemukiman, Suku Mentawai memang tinggal agak di dalam pulau. Namun penduduk Mentawai memang banyak yang tinggal di pinggir laut.

“Rata-rata mereka tinggal di rumah panggung di dekat laut,” jelas Anti.

Jika turun hujan deras ditambah laut pasang, air mudah naik ke darat sampai sebetis. Namun jika sampai terjadi tsunami seperti Senin (25/10) malam kemarin, maka tidak terbayang dampak yang diterima kepulauan yang indah ini.

Korban tewas akibat tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, terus bertambah. Data terakhir menyebutkan, korban tewas sebanyak 31 orang. Sementara 190 orang lainnya dilaporkan hilang.

“Itu data hingga pukul 14.30 WIB. Jumlah korban tewas kemungkinan bertambah,” kata Rachmadi, aktivis Yayasan Citra Mandiri Mentawai, saat dihubungi detikcom melalui telepon, Selasa (26/10/2010) pukul 17.00 WIB.

(fay/asy)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: