Demi Mentawai, Dua Jam Terapung di Laut

Tsunami Mentawai
Demi Mentawai, Dua Jam Terapung di Laut
Minggu, 31 Oktober 2010 | 09:56 WIB

AFP

Three local children observe Indonesian military personel unload relief goods for tsunami victims in the Mentawai islands at the port of Sikakap village in the Metawai islands, West Sumatra, on October 30, 2010. More than 130 people listed as missing have been found alive on high ground on a remote Indonesian island that was devastated by a tsunami five days ago, an official said.

MENTAWAI, KOMPAS.com — Gelombang besar disertai angin kencang di sekitar Perairan Pantai Mentawai, Sabtu, tidak menyurutkan niat para petugas PLN membantu para korban gempa 7,2 SR dan tsunami di pengungsian di Desa Saumanganyak, Mentawai, Sumbar.

“Kami mesti tetap berangkat untuk membawa genset, walaupun cuaca buruk. Warga Mentawai di tempat-tempat pengungsian sangat membutuhkan listrik. Tujuan kami hanya satu membantu warga yang dilanda musibah,” kata Jhon, satu dari karyawan PLN.

BMKG saat itu memang meramalkan akan terjadi gelombang besar disertai angin kencang di Kabupaten Mentawai.

Gelombang laut setinggi 4 meter dan hujan lebat itu diperkirakan akan berlangsung selama empat hari mendatang.

Namun, demi menolong korban gempa dan tsunami Mentawai, mereka tetap berangkat, hingga akhirnya satu dari dua kapal yang membawa genset itu dihantam ombak.

John mengakui saat berangkat dari Pelabuhan Sikakap, sekitar pukul 13.30 WIB, cuaca mulai buruk.

“Kami tahu cuaca memang memburuk, tapi kami tidak menyangka jika gelombang sedemikian besar,” katanya.

Ketika berada di tengah laut, tiba-tiba datang gelombang besar disertai angin kencang. Kapal yang berisi lima penumpang itu dihantam gelombang yang mencapai 3 meter dan terbalik.

Kapal lainnya yang sama-sama berangkat dari Pelabuhan Sikakap selamat dari hantaman gelombang besar.

“Semua barang milik PLN dan barang lain di atas kapal tenggelam. Beruntung semua penumpang selamat,” kata Jhon.

Setelah dua jam terapung-apung di perairan Pantai Mentawai, Tim SAR yang mendengar ada kapal terbalik segera memberikan pertolongan.

“Kami sangat berterima kasih karena nyawa kami dapat tertolong setelah Tim SAR mengevakuasi penumpang kapal,” katanya.

Ketika itu, ada dua kapal yang berangkat dari Pelabuhan Sikakap untuk membawa genset ke tempat pengungsian. Kapal Long Boat, yang berisi 15 penumpang, selamat dari hantaman gelombang besar.

Kapal Long Boat dapat bersandar kembali sekitar pukul 19.00 WIB, setelah gelombang besar surut.

Kapal Long Boat bersandar di Desa Saumanganyak membawa genset PLN serta peralatan lain.

Sumber : ANT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: