Korban Tewas Mentawai Jadi 449 Orang

Bencana Tsunami
Korban Tewas Mentawai Jadi 449 Orang
Minggu, 31 Oktober 2010 | 14:07 WIB

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA

Warga Sikakap bersama tim SAR, Jumat (29/10/2010), mencari jenazah warga yang tertimbun puing bangunan dan pohon akibat tersapu gelombang tsunami. Lebih dari sekitar 100 warga dilaporkan hilang. Jenazah yang berhasil ditemukan dikuburkan secara massal di lokasi tersebut.

PADANG, KOMPAS.com — Jumlah korban tewas akibat gempa dengan kekuatan 7,2 SR disusul tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, bertambah menjadi 449 jiwa. Sementara warga yang belum ditemukan Tim SAR akibat gempa dan tsunami tersebut berjumlah 96 orang.

Demikian disampaikan Kabid Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Ade Edwar, di Padang, Minggu (31/10/2010). Dia menyatakan, data korban tewas yang dihimpun oleh BPBD Mentawai selanjutnya dilaporkan kepada BPBD Sumbar. “Setiap satu jam BPBD Mentawai memberikan laporan pada BPBD Sumbar mengenai data korban tewas dan warga hilang,” katanya.

Korban yang mengalami luka-luka ketika terjadi gempa dan tsunami yakni 270 orang mengalami luka berat dan 142 orang luka ringan. Korban yang mengalami luka-luka dari sejumlah desa sudah dievakuasi ke pengungsian di Sikakap untuk mendapatkan pertolongan pengobatan.

Rumah warga yang rusak akibat gempa dan tsunami sebanyak 517 unit kondisi rusak berat dan 204 unit rumah rusak ringan. Sementara sarana pendidikan yang rusak, yakni empat unit rusak berat dan satu unit rusak sedang. Selain itu, empat unit rumah dinas rusak berat. Dua unit resor juga rusak berat, yakni Resor Marcaroni dan Katei, satu unit kapal pesiar terbakar, dan satu unit kapal pesiar rusak ringan. Fasilitas umum yang rusak ketika terjadi gempa disusul tsunami, yakni jembatan tujuh unit, antara lain jalan P2D rusak sepanjang 8 km.

Bantuan dari para donatur yang berada di posko gempa dan tsunami BPBD Sumbar telah didistribusikan meskipun cuaca buruk. “Jika gelombang besar disertai angin kencang, pendistribusian bantuan dihentikan sementara waktu, namun dapat dilanjutkan jika tidak ada lagi angin kencang dan gelombang tinggi,” kata Ade Edwar.

Pendistribusian bantuan dari para donatur tidak saja melalui kapal yang diberangkatkan dari Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, tetapi juga dilakukan dengan helikopter. Tim SAR masih melakukan pencarian terhadap warga yang hilang ataupun korban tewas akibat terjadi gempa dan tsunami.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: