Laporan Situasi#3 Bencana Gempa Tsunami Kep. Mentawai by Caritas Indonesia

KARINA KWI (CARITAS INDONESIA)

Jl. Agus Salim 22 D-E

Jakarta 10350

Negara : Indonesia

Lokasi : Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat

Bencana : Gempa Bumi dan Tsunami

Periode Pelaporan : 28-30 Oktober 2010

Pelapor : Dian Lestariningsih

Sumber : BPBD, Sikakap&Padang Coordination Meeting , Sikakap team

OVERVIEW

Gempa berkekuatan 7,2 skala Richter terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Senin (24/10) pukul 21.42 WIB. Gempa yang berpusat di 3,61 Lintang Selatan-99,93 Bujur Timur pada pusat 78 km barat daya Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumbar; 174 km Barat Daya Mukomuko-Bengkulu ini diikuti tsunami setinggi  3-5m.

DAERAH TERDAMPAK

Kabupaten Kepulauan Mentawai terdiri dari 10 Kecamatan, yaitu Pagai Utara, Pagai Selatan, Siberut Barat, Siberut Barat Daya, Siberut Selatan, Siberut Tengah, Siberut Utara, Sikakap, Sipora Selatan, Sipora Utara.

Daerah yang terdampak adalah 15 desa yang terletak di 4 kecamatan (Pagai Utara, Pagai Selatan, Sikakap, Sipora Selatan).

Data dari BNPB, 31 Oktober 2010 . 10.00 WIB:

Tipe Bangunan Milik komunitas Kantor Pemerintah Sekolah Tempat Ibadah Fasilitas umum
Rusak berat 516 6 6 8 7 Bridge & 8km roads
Rusak ringan 204

POPULASI TERDAMPAK

Dari hasil rapat koordinasi di Sikakap pada 28 Oktober 2010 :

Warga terdampak Meninggal Hilang Luka berat Luka ringan
449 96 27 142

Pengungsi internal 14,983 jiwa

Populasi yang paling terdampak adalah warga Desa Malakopak dan Desa Bulasat (Kecamatan Pagai Selatan), Desa Betumonga (Kecamatan Pagai Utara), Desa Beriulou dan Desa Bosua (Kecamatan Sipora Selatan), dan Kecamatan Sikakap.

Korban tewas terbanyak berasal dari tiga dusun, yakni Dusun Munte Baru-Baru (83 orang meninggal dunia, 100 hilang), Malakopak (56 orang meninggal dunia) dan Silabu. Semua dusun terletak di Kecamatan Pagai Utara.

KEBUTUHAN MENDESAK

  1. Makanan
  2. Air Minum&Air Bersih
  3. Pakaian
  4. Obat-obatan
  5. Terpal
  6. Selimut

RESPON PEMERINTAH

(28/10) Presiden mengunjungi Mentawai. Dalam rapat koordinasi SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Kabupaten di Sikakap telah terbentuk struktur penanganan bencana di Sikakap dengan penanggung jawab adalah Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai sedangkan Kepala BPBD ditunjuk sebagai koordinator operasi tanggap darurat. Sementara ini masa tanggap darurat berlaku selama 14 hari. Untuk itu Bupati akan segera mengeluarkan Surat Keputusan.

Selain bantuan dari pemerintah yang diserahkan Wakil Presiden sebesar Rp 1 Milyar, BNPB, mengirimkan antara lain 500 lembar tenda gulung, 50 unit tenda keluarga, 500 lembar tikar, 80 lembar selimut dan 650 paket lauk pauk. Dan Kementerian Kesehatan mengirimkan obat-obatan sebanyak empat ton dan paket bahan pangan sebanyak 5 ton.

Distribusi bantuan mengalami kendala terutama karena cuaca buruk dan keterbatasan sarana transportasi. Pemerintah telah menyiagakan 4 helikopter untuk menunjang distribusi bantuan ke daerah yang terisolasi.  Juga dioperasikan KRI Teluk Ambon, 1 kapal kargo dan 1 Kapal Krisna. Distribusi melalui laut didukung oleh 7 kapal. Namun demikian masih dibutuhkan setidaknya 20 kapal untuk mengoptimalkan distribusi ke 27 lokasi pengungsian.

RESPON KARINA (Caritas Indonesia)

Merespon bencana yang terjadi di Mentawai, Karina (Caritas Indonesia) bersama Caritas Keuskupan Padang telah mengirimkan 2 rekan, Eloi Bonal (SCCF) dan Stefanus (Caritas Padang) dengan membawa 300 Selimut, Terpal dan jerigen dan tiba di Sikakap (28/10). Kemudian mereka melakukan koordinasi dengan Pastor Pey di Paroki Sikakap. Juga mengkoordinasi para relawan serta mengatur jalur distribusi logistsik& persiapan untuk kajian cepat.

(29/10) Tim melakukan kajian cepat ke Pururogat, Asahan, Limu, Muntei Besar dan Muntei Kecil di Pagai Selatan. Untuk mencapai desa di pantai barat Pagai Selatan tersebut, tim harus menggunakan kapal kecil dan berjibaku dengan ombak tinggi. Pururogat hancur total, sebagian penduduknya mengungsi ke Asahan dan Muntei Besar.  Semua kebun yang berada di sekitar pantai hancur, sebagian besar pohon kelapa, sumber utama pencaharian juga hancur. Sehingga berpotensi hilangnya mata pencaharian penduduk.

Karena belum banyak bantuan yang tiba saat itu, kebutuhan dasar menjadi prioritas yang mendesak.

Tim Padang menyiapkan dan memuat bantuan untuk dibawa ke Tuapejat, bagian Pulau Sipora ke kapal Sumber Rejeki Baru. Bantuan berupa bahan pangan (beras dan mie instant), air mineral, pakaian, obat-obatan, alat kebersihan pribadi, matras, selimut, tikar, alat penerangan darurat, peralatan masak dan donasi WVI (200 terpal, alat penjernih air dan logistik dapur umum).

(30/10) Sabtu dinihari, Pastor Bernard dan 7 relawan  berangkat menuju ke Pulau Sipora bersama bantuan.

Di saat yang sama, diadakan rapat koordinasi internal yang dihadiri perwakilan Caritas Padang (Romo Agus, Anton Respatio, relawan Global Rescue), Caritas Germany(Karen), Caritas Keuskupan Sibolga (Daniel), Karina (Dian Lestari & Danil Wibisono).

Pukul 23.45 Kapal Rozoki Tiga Putra bertolak ke Sioban dan Sikakap dengan 12 relawan menyertai, yaitu 5 tenaga medis dari Rumas Sakit Yos Sudarso, 5 relawan Caritas (Global Rescue, Caritas Czech dan Caritas Padang), 2 relawan WVI.

Di Sikakap, tim menunda melakukan kajian ke daerah pesisir karena cuaca buruk dan badai. Mereka lalu menggunakan perjalanan darat menuju lokasi lain, yaitu Beleraksok. Beleraksok adalah desa yang dibantu Caritas Padang saat bencana tahun 2007. Rumah yang dibangun Caritas Padang tidak ada yang mengalami kerusakan. Kebutuhan saat ini adalah pelayanan kesehatan untuk korban yang terluka.

(31/10) Tim melakukan kajian ke Taparaboat dan Sabiret.

Berikut data dari tim Sikakap per 30 Oktober 2010:

Nama Desa/ 

Dusun

KK Jumlah 

Jiwa

Kondisi Hilang Meninggal Keterangan
Belerakso Lama ±  40 180 Hancur total 4 25
Monte Baru-Baru ±  69 262 Rusak Berat 70 20
Betomonga ±  80 332 Rusak Berat 1 1
Silabo/Macaroni Resort Cotage ±  40 158 Rata dengan tanah
Sikakap ± 35 146 Rusak sedang 1
Pulau Siroso ± 60 1 1 Sedang diverifikasi
Muara Taikko 410 4 Sedang diverifikasi
Pururogat ± 140 Hancur Total 11 40 Semua mengungsi
Pulau Sipora 2 dusun rusak parah 15 Sedang diverifikasi
Asahan 103 Kebun hancur total Pengungsi dari Pururogat 50 KK
Limu 37 28 Rumah hancur, 

kebun 50% hancur

1 orang terluka
Muntei Besar 62 321 Kebun dekat pantai hancur Ada Pengungsi dari Pururogat jumlahnya belum diketahui
Muntei Kecil 31 178 2 Rumah hancur, 

1 Gereja hancur

Ada Pengungsi dari Taparaboat
Taparaboat 72 28 5
Sabiret 54 90% Hancur Sisa 5 rumah
Jumlah ± 823 ± 1987 115 112


Contact person:

Padang:

PSE-Caritas Padang

Jl. Worter Monginsidi No 4D, Padang

Greg Wangge    : 085274414941

Dian Lestari         : 0811256703

Mentawai:

1)      Eloi Bonal     : 081370559379

2)      Romo Pey   :0852 3946 4574


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: