Memanfaatkan bencana untuk mencari popularitas

http://fanabis.blogdetik.com/2010/11/01/memanfaatkan-bencana-untuk-mencari-popularitas/

minggu 31 oktober

timeline twitter heboh, bukan karena peringatan halloween. namun munculnya kicauan dari @indonesiaberdoa yang mengumumkan, akun ini akan menghargai 25 rupiah untuk tiap user yang memfollow nya. uang itu nantinya akan disubangkan untuk para korban bencana.

reaksi bermunculan, pro dan kontra tentu saja. suara yang menentang habis itu datang dari @wiwikwae, kenapa karena cara-cara itu sudah sangat lazim dan ini diperparah dengan nilainya yang hanya 25 rupiah. “banyangkan mata uang dengan nilai sebesar itu bahkan di dunia nyata pun udah tidak ada,”katanya.

serangan juga muncul dari @pitra, namun ia lebih lunak, andai @indonesiaberdoa menyumbang 1 juta rupiah untuk tiap follower barunya, dia merasa tak terganggu. alasannya, 1 juta rupiah belum banyak yang nyumbang sebanyak itu. ada pula yang menjadikan bahan candaan dan bulan-bulanan. bukan sumbangannya namun caranya yang dipakai.

efek dari kicauan @ndonesiaberdoa terus bergulir. terjadilah lelang follower. dimulai dari @tikabanget juga melakukan hal yang sama. “Saya akan sumbang Rp 70 utk setiap penambahan follower saya. (Siapa berani lebih tinggi?) #lelang. beberapa menit @tikabanget muncul lagi di timeline, Siyal, udah ada yg berani nyumbang Rp 1000 utk setiap follower!! Oke..!! Saya sumbang Rp 1025 utk tiap penambahan follower..!! #lelang

begitu seterusnya, sampai @titirusdi berani menyumbang 100 ribu untuk setiap follower barunya. namun ketika dikonfirmasi via mension ditwitter, sampai postingan ini terupload, perempuan yang di bionya sebagai langit 7 cheerleader itu belum menjawabnya. namun @tikabanget menuliskan di timnline: @OrangeMood @andrias98 @pitra eh tapi mbak titi serius lho mau ngasih 100ribu per follower. Maksimal 200 follower sampe sabtu.

pemilik akun @indonesiabersatu davonar teddy adalah seorang penulis novel. sampai pagi ini senin (1/10) jumlah followernya mencapai 56,578. sesuai kicauannya, mekanisme sumbangan dan sumber dananya bisa dilihat di webnya. seperti menjawab tudingan yang mengatakan pemilik akun dengan sengaja memanfaatkan bencana untuk mencari popularitas, di timelinenya ia menulis, “Setiap manusia memiliki cara untuk melakukan kebaikan, mau hitam/putih semua itu dilihat bagaimana memandangnya.”

menurut @sumarketer, WOM researcher & consultant, “agak sulit mencari popularitas dari bencana, karena pada saat yang sama, puluhan sampe ratusan brand ikutan, publik jadinya gak basa ingat spesifik yang mana, buktinya pas dulu situ gintung, parpol pada pasang bendera, gak ngaruh ke suara mereka, bukan?”

namun di jaman social media ini, ketika semua orang bisa terhubung kicauan kita akan mempengaruhi orang lain dalam pengambilan keputusan. ketika kau menyumbang, mereka akan menyumbang juga. jadi apapun motivasi dan bentuknya, menyumbang tetap lebih keren dibanding tidak sama sekali.
Share and Enjoy:

* Facebook
* Google
* TwitThis

Tags: bencana mentawai merapi

This entry was posted on Monday, November 1st, 2010 at 09:29 and is filed under daily. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
16 Responses to “memanfaatkan bencana untuk mencari popularitas”

1.
tsefull says:
1 November 2010 at 09:54

kalo gak salah kata bang KW kan,ikhlas gak ikhlas yang penting nyumbang, maaf kata2nya kalo salah😀
2.
Pitra says:
1 November 2010 at 10:24

Seperti yang saya posting di blog saya http://media-ide.bajingloncat.com/2010/10/31/donasi-melalui-social-media/ –> nggak ada yang salah dengan setiap aksi aneh2 di twitter. Semua sah. Hanya saja tinggal hati nurani kita sendiri saja yang memilih. Apakah suatu aksi itu cocok dengan kata hati kita? Kalau cocok silakan engage dengan aksi tersebut. Kalau nggak cocok ya jangan.
Kalau kata hati saya sih bilangnya nggak cocok. Jumlah follower identik dengan popularitas. Pasti ada niat tulus dari @indonesiaberdoa untuk melakukan itu semua, hanya saja cara yang dipilihnya tidak membuat simpatik sebagian pengguna twitter.
Namun kalau memang Anda simpatik, silakan bantu @indonesiaberdoa.
3.
icit says:
1 November 2010 at 10:27

menyimak…
iya, fenomena kemaren bikin bingung. tapi saya memilih menyumbang dengan cara biasa2 aja… ya gak ada yang mau dipromosiin juga sih yaa..

terlepas dari itu semua, mudah2an semua keadaan negeri baik2 saja… dan hati kita semua juga baik2 saja.. jangan terpecah2 ya..
4.
iip albanjary says:
1 November 2010 at 10:35

jika popularitas hanya diukur dari followers dan friends saja, maka bisa terjadi bias karena followers dan friends bisa di-generate dgn mesin, script ato teknologi. they aren’t really human.

yang penting sebenarnya aksi nyata humanity-nya. tolong mereka, bukan karena ingin populer, tapi tolong mereka karena Anda merasa popularitas anda berguna berguna.

salam
5.
bangsaid says:
1 November 2010 at 10:36

Bwahahah
saya ketinggalan info. Maklum kemaren2 ngga ngtwit

Boleh juga tuh idenya😀
6.
Kang Yudhie says:
1 November 2010 at 10:36

Cukup Satu Kata “IRONIS”….
7.
agus says:
1 November 2010 at 10:38

kalo saya punya pondasi aman gempa, ramah lingkungan dan tebukti di aceh ama padang. gimana cara menyampaikan dengan baik utk saudara kita di Mentawai. Suwun
8.
abangkunto says:
1 November 2010 at 10:40

untung ga ada tawar menawar harga…. andai ada yg minta yg disumbang 10 rupiah…. hueueue makanya jadi donk Redominasi jadi ga ribet nulis di twit yg di limit 140 karakter😛.

teak furniture
9.
Kang Yudhie says:
1 November 2010 at 10:40

Bisa saja kemudian setelah followersnya membeludak.. akun tersebut dijadikan sarana Promosi Product (Bisnis) pemilik akun… Kreative sich… tapiiii …… Hmmmmm……..??? *sambil Garuk Garuk Kepala…*
10.
heru says:
1 November 2010 at 10:41

tipikal orang Indonesia ini mah yang suka berburuk sangka
belum apa-apa udah dituduh yang bukan-bukan
tiap orang punya cara masing2 untuk berbuat baik
jadi ya silahkan untuk mnyumbang dengan cara masing2
jangan menghujat cara orang lain yang terkesan “aneh”, “lebay” dll
toh yang pnting ada niat baik dibalik ke “anehan” itu

CMIIW
11.
crezative says:
1 November 2010 at 10:49

hii??? apa ini??? bencana = uang = popularitas … IRONIS sekali … selaluuuuu saja…
12.
Mas Ben says:
1 November 2010 at 11:05

Sumbangan sebaiknya disalurkan melalui rekening peduli resmi yang sudah ada di televisi atau koran-koran nasional … lebih jelas akuntabilitasnya🙂

Salam
Mas Ben
13.
Sabai says:
1 November 2010 at 11:25

Kemarin dan pagi ini beredar juga di twitter link ke Kompasiana, 2 buah posting oleh orang yg berbeda, intinya menyatakan Danovar sebelumnya melakukan plagiasi, posting di Kompasiana dan mengklaim itu karyanya padahal ngutip dari buku.
Mungkin ini gak ada kaitan langsung dengan Rp 25 per follower but it says something about credibility.
14.
Anas says:
1 November 2010 at 11:47

Wah, Anas sepakat dengan katanya si Pitra.. Kita tinggal milih aja kug.. Nek sepakat monggo.. Nek gak sepakat yo gak popo..
15.
pasarsapi says:
1 November 2010 at 12:08

Kereeeeeen……!
Mari berhenti berteriak – teriak, sumbangkan segera uang anda, bukan kicaunnya😀
16.
agus hery says:
1 November 2010 at 13:03

niatan yang mulia, semoga saja memang ada bukti lebih lanjut di webnya soal dana yang terkumpul dan akan dikemanakan saja dananya. jangan2, yg merasa risih dan menilai ini cara ga bener, mungkin karena terpengaruh hasutan di timelinenya juga?
ah, lagian kalo kita mau nyumbang pake cara gini, kita jadi followernya aja sampe nanti penggalanangan dananya ditutup


3 responses to “Memanfaatkan bencana untuk mencari popularitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: