PMI Kirim 4 Helikopter ke Mentawai

PMI Kirim 4 Helikopter ke Mentawai
Minggu, 31 Oktober 2010 | 01:59 WIB
 

Inggried Dwi W

Helikopter PMI yang disiagakan sebagai ambulans udara mengevakuasi korban kecelakaan, dalam simulasi pada Apel Siaga PMI, Minggu (5/9/2010), di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat.

PADANG, KOMPAS.com – Palang Merah Indonesia (PMI) pusat akan mengirim empat helikopter ke Pulau Pagai, Mentawai, untuk membantu mendistribusikan bantuan kepada para korban yang mengungsi di wilayah sulit dijangkau.

Empat helikopter itu berangkat ke Pagai, Sabtu (30/10/2010) siang bersamaan dengan Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, untuk mengunjungi daerah terkena tsunami, kata Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim, saat mengunjungi Sikakap, Sabtu.

Ia menambahkan, keempat helikopter akan disiagakan di Sikakap untuk membantu pelaksanaan tanggap darurat pasca tsunami dan untuk mendistribusikan bantuan ke daerah pengungsian yang sulit dijangkau lewat darat atau laut.

Kehadiran empat helikopter ini bisa menggantikan kapal dan perahu motor untuk mendistribusikan bantuan, namun untuk sementara dihentikan karena cuaca buruk.

Pendistribusian bantuan bahan makanan dan logistik lainnya melalui laut bagi korban tsunami di Pulau Pagai, Mentawai, dihentikan sementara karena cuaca buruk membahayakan pelayaran.

Penghentian sementara distribusi bantuan lewat jalur laut disampaikan Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim.

Cuaca buruk diperiran laut Mentawai, sebelumnya telah diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada 30 dan 31 Oktober serta 1 dan 2 November 2010 dan disebutkan kondisi cuaca ini membahayakan pelayaran.

Pendistribusian lewat laut akan dilanjutkan kembali setelah cuaca buruk mereda dan tidak lagi membahayakan pelayaran, katanya.

Akibat terkendalanya pendistribusian membuat puluhan ton bahan makanan dan logistik lainnya bertumpuk di Posko Penanggulangan Bencana Gempa dan Tsunami Mentawai di Sikakap.

Sementara itu, Ketua Pusat Operasi dan Pengendalian BPBD Sumbar, Ade Edwar mengkhawatirkan prediksi hujan curah tinggi dan gelombang besar di perairan laut Mentawai akan mengganggu pelaksanaan tanggap darurat pasca gempa dan tsunami di wilayah itu.

Prediksi BMKG itu menyebutkan, akan terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan gelombang laut mencapai empat hingga lima meter.

Kondisi cuaca buruk itu membahayakan bagi pelayaran ke Pulau Pagai terutama dalam rangka pelaksanaan tanggap darurat pasca gempa dan tsunami, katanya.

Ia menyebutkan, dalam kondisi seperti itu kemungkinan pelayaran ke Mentawai bisa ditunda, begitu pula penerbangan pesawat dan helikopter.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: