Koordinasi Lambat karena Sejumlah Pejabat Mentawai Sedang di Luar Kota

Rabu, 03/11/2010 14:02 WIB
Tsunami Mentawai
Koordinasi Lambat karena Sejumlah Pejabat Mentawai Sedang di Luar Kota
Chaidir Anwar Tanjung – detikNews

Pekanbaru – Lambatnya bantuan dan koordinasi untuk korban tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) salah satunya disebabkan birokrasi yang berbelit-belit. Ditambah lagi, saat kejadian sejumlah pejabat Pemkab Mentawai tidak berada di tempat.

“Saat tsunami menghantam Mentawai, banyak pejabat pemda yang tidak berada di tempat. Para pejabat itu dikabarkan lagi dinas luar kota,” kata Koordinator Yayasan Citra Mandiri (YCM), Pinda Simanjutak, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (03/11/2010).

“Yang pasti saat kejadian bupati tidak di tempat. Tidak jelas apakah dia ada di Padang atau di Jakarta. Bupati baru kembali ke Mentawai hari kedua pasca bencana,” kata Pinda.

Malah anehnya, saat akan kembali ke Mentawai, bupati dengan seenaknya menyebut tidak perlu bantuan luar negeri. Dengan alasan, masyarakat Mentawai masih bisa makan ubi atau pisang.

“Komentar itu sangat ngacau sekali. Bupati ngomong seperti itu saat di Padang ketika akan pulang ke Mentawai. Dia tidak tahu, kalau rakyatnya terkena tsunami. Dia pikir hanya gempa saja. Bagaimana rakyat mau makan ubi atau pisang, seluruh perladangan sudah rata dibuat tsunami,” kata Pinda.

Tidak hanya Bupati Mentawai yang meninggalkan daerah tugasnya. Ketua DPRD Mentawai, Hendry Dori Satuko juga berada di Padang mengikuti rapat dengan Pemprov Sumbar.

“Kondisi para pejabat yang tidak berada di tempat ini menyebabkan kita sulit berkoordinasi di lapangan. Dengan kondisi rakyat yang membutuhkan bantuan cepat, relawan masih saja harus mengikuti jalur birokrasi yang berbelit-belit,” kata Pinda.

Pinda menambahkan, berbagai bantuan yang datang ke Mentawai sangat lambat diterima para korban. Semua ini karena jalur birokrasi yang berbelit-belit. Untuk menyalurkan bantuan harus bolak-balik melapor ke berbagai pihak.

“Rumitnya  penyebaran bantuan ini karena banyaknya jalur birokrasi yang harus dilalui. Lapor sana sini, kondisi ini yang membuat korban tsunami Mentawai lambat mendapat bantuan,” ungkap Pinda.

Pinda mengakui, memang penyaluran bantuan juga terkendala dengan kondisi medan pasca tsunami. Namun hal itu bukan halangan berarti.

“Masyarakat setempat mampu mengangkut bantuan itu.  Tapi memang birokrasi pemerintah begitu sulit dengan berbagai macam aturannya. Kadang kita menyalurkan bantuan kucing-kucingan dengan pihak pemda. Kalau harus melalui jalur birokrasi, masyarakat korban stunami bisa kelaparan,” kata Pinda.

(djo/djo)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: