Penyakit Mulai Menghantui Pengungsi

Penyakit Mulai Menghantui Pengungsi
Senin, 8 November 2010 | 04:20 WIB

Sikakap, Kompas – Sejumlah penyakit mulai menghantui pengungsi korban tsunami di Pagai Selatan, Mentawai. Hal ini disebabkan buruknya sanitasi serta ketiadaan air bersih. Di Dusun Bulasat, Desa Bulasat, Pagai Selatan, yang terpantau Sabtu (6/11), sejumlah bocah mulai terserang diare.

Selain diare, penyakit lain adalah infeksi saluran pernapasan atas, atau mag karena pengungsi kebanyakan mengonsumsi mi instan. ”Makanya, lebih baik menyumbang beras, minyak, dan gula. Mi sudah banyak,” ujar Krisman, pengurus Desa Bulasat.

Di Bulasat terdapat sekitar 2.250 pengungsi yang tersebar di sejumlah titik. Untuk mengatasi penyebaran penyakit, Reach Out Worldwide, lembaga bantuan kemanusiaan asal Amerika Serikat, menurunkan seorang dokter, lima paramedis, dan sejumlah tenaga ahli. ”Kami di sini sudah empat hari bekerja setelah sebelumnya terganjal badai,” ujar Lucas Wilmer dari Reach Out Worldwide.

Mereka telah berkeliling ke, antara lain, Bosua, Gobi, Gogoa, Selabu, dan Betumonga. Selain pengobatan, mereka juga menyerahkan ratusan unit alat penjernih air. Selama ini, air minum dan mandi warga didapat dari mengumpulkan air hujan.

Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Barat juga menyerahkan delapan unit alat pengolah air cepat untuk pengungsi di Dusun Muntei Baru-Baru, Pagai Utara, dan Dusun Eruk Paraboat, Pagai Selatan.

Kemarin, ratusan relawan dari berbagai organisasi nonpemerintah meninggalkan Sikakap, posko utama penanganan bencana. Dari sekitar 400 relawan, diperkirakan kurang dari separuh yang bertahan. Para relawan pindah ke Yogyakarta guna membantu pengungsi Merapi yang jumlahnya lebih besar. Padahal, bantuan medis yang fokus pada pemulihan trauma masih minim. Baru PMI yang mengirim tiga psikolog. Mayoritas warga di Pagai juga belum berani ke laut akibat trauma.

Risiko bencana

Keberadaan konsesi izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu atau HPH di Pulau Pagai Selatan dan Pagai Utara harus dikaji ulang, mengingat rentannya kedua pulau itu terhadap bencana gempa dan tsunami.

Pastor Paroki Keuskupan Padang di Sikakap, FX Hurint Pr, menyatakan, konsesi HPH telah mempersempit ruang gerak penduduk, khususnya untuk membuat permukiman yang aman dari risiko tsunami. Rekonstruksi Kabupaten Kepulauan Mentawai pascatsunami harus mengevaluasi keberadaan konsesi HPH PT Minas Pagai Lumber (MPL).

”Perusahaan menyatakan hanya areal satu kilometer dari kiri-kanan jalan perusahaan yang boleh dipakai masyarakat. Keberadaan HPH harus dikaji ulang karena tingginya risiko bencana di Mentawai,” kata Hurint.

Kepala Bidang Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat Ade Edward, pekan lalu, menyatakan perlunya kejelasan pengelolaan HPH di Pagai Utara dan Selatan. Konsesi itu membuat pemerintah tak bisa memelihara jalan yang dibangun PT MPL dan mempersulit distribusi bantuan lewat darat.

Kepala Pusat Informasi Kehutanan Kementerian Kehutanan Masyhud di Jakarta menyatakan, evaluasi konsesi HPH di lokasi rawan tsunami seperti Kepulauan Mentawai memungkinkan. ”Namun, kita harus memerhatikan izin yang sudah dikeluarkan,” kata Masyhud.

Saat dikonfirmasi di Mentawai, Andre Wibisono, Satuan Pengawas Internal PT MPL, membantah pihaknya menutup akses jalan darat di Kepulauan Pagai. Pihaknya justru mempercepat perbaikan jalan poros yang ada di Pagai Selatan dengan mengerahkan alat berat.

Total HPH yang dikuasai PT MPL mencapai 83.330 ha di Kepulauan Pagai. Luas ini mencakup lebih dari 50 persen total daratan di pulau ini.

Dalam seminar ekologi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta mengatakan, pihaknya tengah menyusun instrumen untuk menjerat kepala daerah dan siapa saja yang terbukti melakukan pembiaran hingga terjadi kerusakan lingkungan. Kemungkinan ada tiga sanksi yang akan dikenakan, yakni administrasi, perdata, dan pidana. (ROW/JON/Bil/WER)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: