Demi Korban, Kapal Mewah Pun Disewa

TSUNAMI MENTAWAI
Demi Korban, Kapal Mewah Pun Disewa
Selasa, 9 November 2010 | 03:51 WIB

Kalau melihat betapa cepat respons Palang Merah Indonesia (PMI) menangani korban gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai, jadi teringat slogan kampanye Jusuf Kalla saat mencalonkan diri menjadi presiden, lebih cepat, lebih baik. Lihat saja Melaleuca, kapal yang biasa digunakan peselancar mancanegara mencari ombak bagus di sekitar Kepulauan Mentawai.

Kali ini kapal itu tak mengantar peselancar, tetapi melakukan misi kemanusiaan PMI ke Mentawai. Pimpinan rombongan sukarelawan, Muhammad Ghazali, menuturkan, PMI sedari awal menyewa kapal peselancar guna membawa bantuan mengingat cuaca buruk dan tinggi gelombang menghambat penyaluran bantuan hingga ke pelosok Kepulauan Mentawai.

Sejak hari pertama gempa dan tsunami, cuaca buruk dan gelombang tinggi selalu dituding jadi penyebab bantuan tak sampai ke korban yang berada di lokasi terpencil. Demi mengatasi gelombang tinggi, PMI, menurut Ghazali, rela mengeluarkan biaya besar menyewa Melaleuca. ”Biaya setiap sukarelawan selama berada di Melaleuca setiap harinya Rp 2,5 juta,” katanya.

Lokasi kebanyakan korban gempa dan tsunami di tiga pulau utama Kepulauan Mentawai, Sipora, Pagai Utara, dan Pagai Selatan, berada di pesisir barat pulau yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia. Distribusi bantuan melalui laut tidak cukup hanya dengan kapal kecil milik penduduk setempat, karena tingginya gelombang di perairan itu.

”Jika kapal peselancar memang tujuannya mencari ombak bagus, sehingga kami sejak hari pertama bencana sudah diputuskan menyewa kapal jenis ini untuk mengantar bantuan,” kata Ghazali.

Melaleuca bukanlah kapal pertama yang disewa PMI. Pada hari pertama, dikirim tiga helikopter untuk mengevakuasi korban dan mendistribusikan bantuan, serta menyewa kapal peselancar lain, Bidadari.

Melaleuca berangkat dari Pelabuhan Bungus pukul 03.20. Baru satu jam berlayar, guncangan keras akibat hantaman gelombang membuat sejumlah sukarelawan terbangun dan berteriak. Setelah dihajar gelombang selama 13 jam, Melaleuca tiba di Sikakap. Ghazali langsung berkoordinasi dengan posko utama PMI di Sikakap, menentukan daerah yang sasaran.

Cuaca buruk dan tinggi gelombang kadang jadi halangan bagi PMI untuk berkarya. Itulah prinsip utama yang diajarkan PMI. Memang lebih cepat, lebih baik. (KHAERUDIN)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: