Evakuasi Korban Terus Dilakukan

TSUNAMI MENTAWAI
Evakuasi Korban Terus Dilakukan
Rabu, 10 November 2010 | 04:59 WIB

Padang, Kompas – Sejumlah korban terjangan tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (9/11), masih terus dievakuasi ke RSUP Dr M Djamil, Kota Padang.

Dua korban yang baru datang pada Selasa itu adalah Jubal Soumatgerat (60) dari Dusun Gobi, Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan, dan Marius Tatupeket (40) asal Dusun Beriulou, Desa Beriulou, Kecamatan Sipora Selatan.

Keduanya menderita luka-luka akibat terhantam sejumlah benda saat tsunami menyapu habis wilayah permukiman mereka. Dengan demikian, hingga saat ini terdapat 13 pasien korban bencana tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Sebagian korban yang dirawat mengalami dislokasi tulang dan menderita sejumlah luka. Selain itu, sejumlah pasien juga mengalami gangguan pada paru-paru akibat kadar air laut yang terminum terlalu banyak.

Marius mengatakan, ia mengalami luka terkena hantaman kayu karena pada saat kejadian relatif tidak ada waktu untuk menyelamatkan diri. ”Pada saat gempa pertama air laut masuk ke dalam rumah dan gelombang itu pecah di tengah permukiman,” kata Marius.

Ketinggian gelombang yang melebihi 10 meter membuat Marius nyaris tidak bisa berbuat apa-apa. Ia menambahkan, tsunami itu pecah setidaknya sebanyak dua kali di tengah permukiman warga dan menyapu apa saja yang ada di atasnya.

Relokasi

Terkait dengan rencana relokasi, pemerintah mulai menyosialisasikan soal itu.

Kepala Dusun Pututukat, Irwan Slamet Tasirileleo (42), menyatakan, Pemerintah Desa Saumanganya telah menyosialisasikan semua dusun di pesisir Saumanganya termasuk dusun yang harus direlokasi. Namun, belum ada kejelasan soal bantuan relokasi rumah pascatsunami 25 Oktober.

Tasirileleo menyatakan, anak usia sekolah di dusunnya dan Dusuk Guluk-guluk bersekolah di SD Negeri 20 Saumanganya di Guluk-guluk. ”Saya belum tahu apakah nantinya SD itu juga akan dipindah jika seluruh warga Guluk-guluk pindah,” ujar Tasirileleo.

Kepala Sekolah Dasar Negeri 20 Saumangnya Stefanus Salamanang menjelaskan, pihaknya belum mengetahui kelanjutan sekolah yang memiliki 95 murid itu.

”Sekolah kami ada di pesisir, dekat dengan pantai. Saya tidak tahu, apakah jika warga Guluk-guluk pindah, sekolah itu akan ikut dipindah atau tidak. Kami mengikuti keputusan pemerintah,” kata Salamanang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai Paulinus Sabelp menyatakan, pada prinsipnya seluruh dusun pesisir di Kabupaten Kepulauan Mentawai akan direlokasi. ”Pilihan lokasi relokasi bergantung kesepakatan warga. Namun soal bantuan relokasi bagi warga di luar 26 dusun yang diterjang tsunami belum ada kepastian,” kata Sabelp.

Sementara itu, penanggung jawab Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk tsunami Mentawai, yaitu Deputi II Bidang Penanganan Darurat BNPB Soetrisno, menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Harmensyah sudah tidak lagi berada di Sumbar.

Harmensyah pada Senin mengatakan, Soetrisno sudah ditarik untuk bertugas di kawasan bencana letusan Gunung Merapi, Yogyakarta. (INK/ROW)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: