Indonesia Jelaskan Bencana Mentawai dan Merapi di WTM

Nopember 10th, 2010

Antara – Rabu, 10 November Kirim Kirim via YM Cetak

London (ANTARA) – Dirjen Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Dr Sapta Nirwandar, menjelaskan tsunami di Mentawai dan letusan gunung Merapi pada pelaku sektor pariwisata dunia di London.

Kedua bencana alam itu hanya terjadi di dua daerah propinsi yang berbeda dari 33 propinsi yang ada di Indonesia dan masih banyak daerah wisata lainnya, kata Dirjen pada konperensi pers yang digelar Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata di anjungan Indonesia dalam Bursa Pariwisata Dunia (WTM) di London, Selasa.

Paviliun Indonesia menempati lahan seluas 244 meter persegi dengan desain dan konstruksi megah. Pilar paviliun itu yang berhiaskan batik serta gambar-gambar obyek wisata itu juga diramaikan dengan kehadiran Putri Pariwisata, Natasha Sutadisastra, serta demontrasi Kain Tenun oleh Alfansa Horeng yang banyak diminati oleh wisatawan.

Sapta Nirwandar dan Dubes Yuri Thamrin juga menjelaskan bahwa letak Kepulauan Mentawai jauh dari Sumatera Barat, begitupun Gunung Merapi yang berada di luar Yogjakarta.

Dikatakan kedua peristiwa tersebut tidak banyak berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Bahkan ada sedikit peningkatan, khususnya dari kalangan geologi yang menaruh perhatian pada kedua peristiwa tersebut serta fotografer yang ingin mengabadikan peristiwa meletusnya Gunung Merapi.

Sementara itu, Dubes RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia, Yuri Thamrin, mengatakan saat ini publikasi tentang Indonesia cenderung kurang menguntungkan. Berbagai media di Inggris memberitakan rangkaian bencana alam di tanah air.

“Kejadian belakangan ini tentu sedikit banyak akan mempengaruhi minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia,” ujar Yuri Thamrin.

Untuk itu, ia mengajak kalangan industri pariwisata Indonesia dan juga Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI menggunakan kesempatan WTM 2010 yang berlangsung hingga 11 November ini sebagai ajang untuk “damage control” dengan mengajak dan mendorong khalayak internasional melihat Indonesia dari perspektif yang lebih luas, lebih berimbang dan lebih proporsional serta lebih positif.

Dubes mengatakan bahwa Indonesia memang berada di “ring of fire” dan memang benar alam Indonesia dipenuhi gunung gunung merapi yang aktif, oleh karena itu alam Indonesia sangat subur dan cantik.

Dikatakannya pemerintah Indonesia saat ini bekerja keras untuk menanggulangi dampak kerusakan dari berbagai bencana alam tersebut, situasi akan segera normal kembali.

Perlu diingatkan bahwa bencana alam terjadi hanya di dua propinsi Indonesia dari 33 propinsi yang ada dan sebagian besar ilayah Indonesia masih tetap aman untuk dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.

Duta besar Yuri Thamrin mengatakan WTM merupakan salah satu kegiatan besar berskala global yang dihadiri tidak kurang dari 50 ribu pelaku industri wisata dari seluruh dunia, tidak saja para menteri dari berbagai Negara tetapi juga berbagai pelaku industri wisata lainnya.

“Bursa Pariwisata Dunia WTM London merupakan sebuah peluang untuk melakukan promosi wisata bagi Indonesia termasuk potensi daerah,” ujarnya.

WTM dikunjungi wakil dari industri penerbangan, travel organizers, tour operator, wakil dari sektor perhotelan dan kalangan media masa. Untuk itu, Dubes mengajak delegasi Indonesia perlu memanfaatkan WTM untuk melakukan promosi wisata Indonesia, termasuk potensi wisata daerah.

Menurut Dubes, target wisata Indonesia sebanyak tujuh juta turis mancanegara diharapkan akan memasukkan devisa sebesar Rp 65 triliun. Target ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia.

Dirjen Pemasaran Kembudpar, Dr Sapta Nirwandar mengatakan keikutsertaan Indonesia di WTM London dalam bursa terbesar di dunia setelah ITB Berlin adalah dalam upaya merebut pasar internasional dan harus rajin mengikuti pameran pariwisata di ajang internasional.

Kasubdit Wilayah Eropa, Direktorat Promosi Luar Negeri, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Jordi Paliama, mengatakan WTM London merupakan bursa pariwisata internasional yang bersifat “trade and consumer show” terbesar kedua di dunia setelah ITB Berlin.

Menurut Jordi, pada tahun 2009 yang lalu, WTM London memperingati hari jadinya yang ke-30 dan dikunjungi oleh 50.000 travel professional yang berasal dari 187 negara. “Inggris merupakan salah satu pasar utama pariwisata Indonesia karena wisatawan mancanegara asal Eropa terbanyak berasal dari Inggris,” ujarnya.

Dikatakannya tujuan partisipasi Indonesia pada kegiatan ini adalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisman asal Inggris ke Indonesia. Tahun 2009, wisman Inggris yang berkunjung ke Indonesia sejumlah 160.036 wisman.

Target tahun 2010, wisman asal Inggris sebesar 210.000 wisman. Wisman asal Inggris yang telah berkunjung ke Indonesia periode Januari-Juli 2010 berjumlah 107.487 wisman, ujar Jordi Paliama .

Berdasarkan hasil penelitian (Passenger Exit Survey) tahun 2009, rata-rata lama tinggal wisatawan asal Inggris di Indonesia tercatat selama 11,85 hari, sementara rata-rata pengeluaran sebesar 118.66 dolar AS per orang per hari atau 1.405.95 dolar AS per orang per kunjungan. Destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan asal Inggris adalah Bali dan DKI Jakarta.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: