JK: Recovery Bencana, Kondisi Paling Berat

JK: Recovery Bencana, Kondisi Paling Berat
“Masa recovery justru 10 kali lebih berat.”
Rabu, 10 November 2010, 17:27 WIB

Eko Priliawito, Ajeng Mustika Triyanti

Jusuf Kalla mengunjungi korban (ANTARA/Saptono)

VIVAnews – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla memastikan masa pemulihan atau recovery setelah bencana adalah kondisi yang paling berat. Hal ini juga perlu perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, bencana yang  terjadi di tanah air menimbulkan dampak yang tidak sedikit. “Ketahanan masa recovery justru 10 kali lebih berat,” kata Jusuf Kalla, di kantor PMI Rabu 10 November 2010.

Untuk erupsi Merapi, dituturkan JK, ada kurang lebih 300 ribu orang yang pengungsi. Saat ini mereka masih memiliki modal karena masih ada bantuan dari masyarakat. Namun yang harus mendapatkan perhatian bagaimana kondisi masyarakat setelahnya.

Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diminta cepat tanggap mengambil keputusan dan tidak mengulangi seperti saat gempa Padang yang memakan waktu hingga setahun. Seperti halnya Padang, erupsi merapi juga menyebabkan pemukiman dan infrastruktur luluh lantak.

Jusuf Kalla juga menambahkan, hingga kini PMI dan masyarakat terus bekerjasama  memulai bantuan tahap 2 (recovery awal). Dimana pada tahap ini, masyarakat harus memulai kehidupan baru dari titik nol.

Hal yang pertama akan dilakukan PMI di Yogjakarta adalah melakukan pembersihan. PMI telah menyiapkan 100 ribu cangkul dan peralatan rumah tangga. Dimana warga bisa langsung menggali kebun mereka, membeli bibit tanaman untuk memulai kehidupan lebih awal lagi.

Sementara untuk perkembangan proses recovery di Wasior, hingga kini PMI masih memiliki dapur umum, dan bantuan ahli psikologis. PMI terus bekerja namun yang bertanggung jawab sepenuhnya atas proses recovery adalah pemerintah.

Gubernur dan bupati juga harus berperan serta dalam proses pemulihan pasca bencana dan penyaluran bantuan. Dan untuk Mentawai, PMI berkomitmen bersama gubernur dan bupati  membangun sebanyak 516 rumah seng, dan uang Rp5 juta rupiah sebagai recovery awal bagi setiap kepala keluarga. Diharapkan sebelum natal sudah dapat terealisasi.

Disampaikan juga sumbangan sebanyak Rp1 miliar dari sebuah perusahaan yang tidak ingin di publikasikan. JK beharap kedepannya masyarakat atau perusahaan lain dapat berkontribusi lebih lagi untuk membantu penanggulan pasca bencana. (umi)

• VIVAnews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: