Kalla: Tahap Pemulihan Korban Penting

Tsunami Mentawai
Kalla: Tahap Pemulihan Korban Penting
Selasa, 9 November 2010 | 22:45 WIB

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA

Anak kembar, Nila dan Lili (4) membawa buah kelapa untuk mereka minum airnya dari pohon kelapa di sekitar reruntuhan bangunan yang tersapu tsunami di Kampung Tumalei, Desa Silabu Kecamatan Saumanganya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Minggu (31/10/2010). Warga meminum air kelapa sementara bantuan air bersih belum tiba. Mereka pun masih menggunakan air kotor karena sulitnya mendapatkan air bersih untuk kebutuhan MCK.

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menyatakan tahap pemulihan bagi para korban bencana gempa dan tsunami di Mentawai, Sumatera Barat, tidak kalah penting dibandingkan dengan tahapan tanggap darurat.

Dalam siaran pers PMI di Jakarta, Selasa (9/11/2010), Jusuf Kalla mengatakan, penanganan korban bencana dalam tahap pemulihan dini, justru butuh perhatian dan bantuan dari banyak pihak. Dalam tahap ini PMI akan membantu pembangunan rumah hunian sementara untuk warga korban bencana Mentawai.

Ia mengatakan, PMI menargetkan memberikan donasi sebesar Rp 5 juta untuk setiap unit rumah warga yang akan dibangun kembali.

Jusuf Kalla menegaskan, memasuki tahap pemulihan dini itu, masyarakat korban bencana di Mentawai masih membutuhkan bantuan dengan perkiraan nilai Rp 10 miliar sampai Rp 15 miliar untuk membangun rumah mereka.

Berdasarkan informasi terbaru, tim PMI yang terdiri dari Sekjen PMI Budi A Adiputro, Pengurus Pusat PMI bidang Penanggulangan Bencana Soemarsono, dan Pengurus Pusat PMI Bidang Relawan dan IT Bernard S Jonosisworo dan jajaran PMI Provinsi Sumatera Barat tengah melakukan koordinasi intensif terkait rencana bantuan pembangunan hunian sementara bagi korban bencana Mentawai.

“Kini masih dirapatkan dan didiskusikan untuk membahas teknis bantuan pembangunan rumah ini,” kata Bernard S Jonosisworo, Pengurus Pusat PMI Bidang Relawan dan IT, sekaligus sebagai tim kerja penanggulangan bencana Merapi, Mentawai, dan Wasior.

Ia menjelaskan, PMI dalam operasi tanggap darurat bencana di Mentawai selama ini, telah mendirikan tiga posko. Pertama, posko utama PMI di wilayah Sikakap, dan dua sub posko PMI di Boswa, Pulau Sipora dan di Pulau Pagai Selatan. PMI juga tetap mengaktifkan 4 unit helikopter untuk distribusi bantuan dan layanan medis.

Selain itu, operasi penanganan korban bencana di Mentawai juga ditempuh melalui jalur laut, dan PMI menggunakan satu unit kapal motor untuk mobilisasi dari Sipora menuju Pagai Selatan dan sebaliknya.

Pada hari Minggu (7/11/2010), PMI sudah menjangkau dusun terpencil di Taikako dan memberikan layanan medis kepada para korban luka di sana. Melansir data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, hingga Senin (8/11/2010) tercatat sementara korban luka berat akibat bencana tsunami Mentawai mencapai 173 orang, dan luka ringan mencapai 325 orang.

Selain itu, 13 orang korban yang mengalami luka berat telah dirujuk ke RS. M Djamil Padang, dan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tsunami di Mentawai sebanyak 448 orang dan masih mungkin bertambah, karena masih ada korban yang hilang sebanyak 56 orang.


Sumber : ANT
Editor: I Made Asdhiana 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: