Warga Akan Dapat Rumah dan Tanah

TSUNAMI MENTAWAI
Warga Akan Dapat Rumah dan Tanah
Rabu, 10 November 2010 | 04:02 WIB
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
tinggal di rumah papan kayu di Dusun Beleraksok, Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Selasa (9/11). Kawasan tersebut merupakan area relokasi bencana gempa pada tahun 2007. Proyek relokasi seperti itu mulai dikembangkan bagi sejumlah dusun yang rawan bencana tsunami di Pagai Utara dan Pagai Selatan.

Tua pejat, Kompas – Relokasi warga pesisir barat Kepulauan Mentawai yang terkena bencana tsunami akan dilakukan secara terintegrasi yang meliputi aspek ekonomi dan sosial. Warga tidak hanya dipindahkan rumahnya, melainkan juga akan diberikan lahan garapan.

”Relokasi bukan hanya memindahkan orang, tetapi juga penghidupannya. Kalau rumah saja yang dipindah, mereka akan balik lagi (ke pesisir),” kata Kepala Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat Ade Edward, Selasa (9/11).

Setelah gempa 2007 di Mentawai, sejumlah kampung di pesisir barat Pagai Utara dan Pagai Selatan pernah dipindahkan ke daerah yang lebih tinggi. Namun, mereka kembali ke kampung lama untuk mencari kopra dan nilam, misalnya di Dusun Beleraksok, Desa Malakopak, Pagai Selatan.

Untuk itu, pihaknya mengusulkan setiap keluarga mendapat 3-5 hektar lahan di dekat lokasi permukiman baru.

Masalahnya, sebagian besar areal hutan saat ini dikuasai PT Minas Pagai Lumber (MPL) selaku pemegang HPH. Luasnya mencapai 83.330 hektar. ”Sekarang tinggal itikad pemerintah, mau membagi atau tidak,” katanya soal pelepasan HPH.

Satuan Pengawas Internal PT MPL, Andre Wibisono, menyatakan, pihaknya menyerahkan hal itu kepada pemerintah.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, relokasi harus dilakukan, sedangkan rencana pemberian lahan garapan akan dikaji lebih lanjut.

Endang Suhendar dari Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanganan Bencana mengatakan, relokasi harus ditunjang perbaikan infrastruktur, seperti listrik, air, dan jalan.

Sejumlah titik relokasi telah ditetapkan, antara lain Camp Jaya (Kilometer 27), Km 37, dan Km 46 di Pagai Selatan, Dusun Trans (Km 10) di Pagai Utara.

Pada hari yang sama, sejumlah dusun di pantai timur Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang tidak diterjang tsunami mulai membongkar rumah di pesisir untuk pindah menjauhi pantai. Biayanya dari uang bantuan gempa Mentawai 2007 yang baru dibagikan pekan lalu.

Warga Dusun Guluk-guluk, Desa Saumanganya, Kecamatan Pagai Utara, Morti Saleleubaja (36), menuturkan, bantuan akhirnya dicairkan pekan lalu setelah warga dari sejumlah dusun berunjuk rasa sebelum terjadi tsunami 25 Oktober lalu. Besarnya Rp 5 juta per keluarga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai Paulinus Sabelp mengakui bantuan itu adalah bantuan gempa Mentawai 2007. (JON/ROW)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: