Antisipasi Tsunami, Pemerintah akan Tata Wilayah Pesisir Rp 250 Miliar

Rabu, 10/11/2010 16:55 WIB
Antisipasi Tsunami, Pemerintah akan Tata Wilayah Pesisir Rp 250 Miliar
Suhendra – detikFinance


Jakarta – Pemerintah melalui kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menganggarkan dana Rp 250 miliar untuk penataan wilayah pesisir di seluruh Indonesia. Lewat penataan masyarakat pesisir pantai diharapkan korban dampak tsunami bisa ditekan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan jumlah masyarakat di wilayah pesisir dari Aceh sampai Papua yang rawan terkena imbas tsunami mencapai 10 juta orang. Penataan wilayah pesisir bukan hanya mencakup aspek fisik namun edukasi kepada masyarakat soal antisipasi bencana tsunami.

“Kita ingin menata daerah pesisir, memerlukan uang Rp 250 miliar,” kata Fadel di kantornya, Jakarta, Rabu (10/11/2010).

Ia menjelaskan masyarakat kawasan pesisir harus mendapat edukasi soal tsunami. Selain itu, wilayah pesisir harus dikembangkan penanaman pohon sebagai pelindung alam. Masyarakat pesisir yang sangat dekat dengan pantai yang masuk zona rawan sebisa mungkin direlokasi.

Bahkan kata Fadel, di wilayah Indonesia setidaknya ada 5 titik yang sangat berpotensi tsunami beberapa waktu kedepan. Lokasi yang sangat rawan sesuai prediksi ahli tsunami adalah wilayah Siberut yang bakal menghantam kota Painan Sumatera Barat.

“Perkiraaan kita setelah ini Siberut,” katanya.

Menurutnya penataan wilayah pesisir sangat penting karena negara-negara yang sudah akrab dengan tsunami seperti Jepang, telah melakukan program semacam ini. Ia mencontohkan dalam hal edukasi, pemerintah akan membuat dan membagikan buku-buku atau komik soal antisipasi tsunami di masyarakat pesisir.

“Kita harus menangani ini secara terpadu dan lebih awal,” ucapnya.

Selain itu kata Fadel, pihaknya telah menganggarkan dana Rp 17,5 miliar pada tahun 2011 dalam rangka rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah Mentawai akibat bencana Tsunami.

“Ini untuk menangani pasca tsunami mentawai kementerian kita mengganggarkan Rp 17,5 miliar mulai Januari-Desember 2011,” jelas Fadel.

Dikatakan Fadel, anggaran tersebut relatif kecil, sehingga ia akan bekerjasama dengan pemerintah daerah Sumatera Barat. Dana tersebut akan digunakan untuk bantuan kapal-kapal angkutan dan kapal-kapal skala kecil yang semuanya menunjang pada peningkatan pendapatan nelayan pasca tsunami.

“Kementerian kelautan dan perikanan telah siap melaksanakan program rehabilitasi pasca bencana baik mentawai maupun merapi,” tegas Fadel.

(hen/qom)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: