Gempa Naikkan Daratan Mentawai

Dari citra satelit, karang-karang baru bermunculan di bibir pantai Pagai.

VIVAnews — Pasca gempa 7,2 Skala Richter yang menyulut tsunami 25 Oktober 2010,  karang-karang baru bermunculan di bibir pantai Pagai bagian selatan. Kondisi ini ditengarai sebagai kenaikan permukaan pulau tersebut pasca gempa dan tsunami.

“Berdasarkan hasil foto satelit, secara kualitatif  terlihat (gempa) mempengaruhi kontur pulau Pagai (Kabupaten Kepulauan Mentawai) terutama di bagian selatan. Tapi, perubahan ini tidak merata,” ujar Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Sumbar Ade Edward pada VIVAnews dari Sikakap, Kamis, 11 November 2010.

Menurut Ketua Ikatan Ahli Geologi Sumbar ini, kenaikan permukaan daratan di Mentawai telah terjadi pasca gempa 12 September 2007 yang berkekuatan 8,4 SR.

Saat itu, permukaan daratan di selatan Mentawai mengalami kenaikan mencapai 90 cm.

Secara visualisasi, Ade mengatakan, menunjukkan kenaikan permukaan tanah di Pulau Pagai bagian Selatan dalam bentuk akumulasi pasca gempa 2007.

“Secara pasti belum ditentukan berapa kenaikannya, kalau diperkirakan sekitar sekian centimeter. Bila diakumulasikan dengan kenaikan pasca gempa sebelumnya (2007) bisa mencapai satu meter,” ujarnya.

Gerakan permukaan tanah pasca gempa ini tidak konstan menyebabkan kenaikan secara merata di Mentawai. Alumnus ITB ini memprediksi, ada sejumlah daratan di Mentawai justru mengalami penurunan mengimbangi gerakan tanah pada sisi yang berlawanan.

Saat ini, tim peneliti dari LIPI masih melakukan pengukuran gerakan tanah pasca gempa 2010 lalu di Mentawai. Pengukuran perubahan kontur Mentawai ini dilakukan dengan menggunakan sejumlah alat seperti GPS dengan keakuratan tinggi.

Menurutnya, munculnya sejumlah karang seperti yang tervisualisasikan di kawasan resor Macarony di Desa Silabu, Pagai Utara, bisa jadi akibat kenaikan daratan Pulau Pagai. Namun, ujarnya, hal itu bisa juga disebabkan karena gerusan tsunami yang membawa material karang ke pinggir.

Munculnya sejumlah karang tersebut dinilainya bagus bagi kawasan di Mentawai karena bisa menjadi benteng bila terjadi tsunami. Dalam prediksi awal, Mentawai akan mengalami kenaikan pasca gempa tiga pekan lalu. Hal ini terlihat jelas dalam foto udara yang memperlihatkan garis pantai yang bergeser dari semula.

“Fakta sekarang, Mentawai tidak akan tenggelam karena gempa, malah bertambah luas,” ujar Ade memprediksi. Hanya saja, hingga sekarang belum ada ukuran pasti terkait perubahan rupa bumi di Mentawai pasca gempa dan tsunami 25 Oktober 2010 lalu.

(Laporan:Eri Naldi| Padang, umi)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: