PLN Bebaskan Rekening Minimum Korban Bencana Merapi, Mentawai dan Wasior

Kamis, 11/11/2010 08:12 WIB
PLN Bebaskan Rekening Minimum Korban Bencana Merapi, Mentawai dan Wasior
Ramdhania El Hida – detikFinance Yogya – PT PLN (Persero) tidak mengenakan rekening minimum kepada para korban bencana alam hingga kehidupannya kembali normal seperti di Merapi, Mentawai dan Wasior.
“Untuk korban Merapi karena kejadiannya Oktober akhir, maka rekening bulan November yang ditagih pada Desember, korban tidak dikenakan rekening minimum. Ini untuk Wasior dan Mentawai juga sampai kehidupan kembali normal,” ujar Manajer Komunikasi Korporat PT PLN (Persero) Bambang Dwiyanto saat ditemui di Yogyakarta, Kamis (11/11/2010).

Rekening minimum dihitung berdasarkan jam nyala dikalikan tarif Biaya Pemakaian (Rp/kWh). Untuk mendapatkan fasilitas pembebasan rekening tersebut, jelas Bambang, para korban bencana akan didata oleh Unit Pelayanan dan Jaringan (UPJ) setempat.

“Didata UPJ yang akan mendata pelanggan yang menjadi korban bencana, baik yang rumahnya rusak maupun tidak rusak. Kalau memang korban bencana, tidak diterbitkan (surat tagihan rekening minimum,” ujarnya.

PLN Unit Borobudur Kehilangan Rp 7 Miliar

Di tempat terpisah, manager Unit Pelayanan dan Jaringan Borobudur, Irwan Handri Rahmadi menyatakan pendapatan di unitnya bisa mencapai Rp 7 miliar per bulan. Namun dengan adanya bencana erupsi Gunung Meletus, terdapat potensi penerimaan yang tidak dapat diperoleh sekitar Rp 220 juta per hari.

“Pendapatan kita itu sebulan Rp 7 miliar dibagi 30 hari jadi sekitar Rp 220 juta sehari. Kalau dikali 1 minggu, sudah sekitar Rp 1,7 miliar untuk kwh yang hilang dalam seminggu, dan itu juga baru dari 1 unit saja,” ujarnya ketika ditemui di kantornya, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (10/11/2010).

Kekurangan pendapatan tersebut terjadi disebabkan adanya beberapa jaringan listrik yang tidak berfungsi dan tidak digunakan para pelanggan karena ditinggal mengungsi.

“Kalau yang di zona merah, memang jaringannya rusak dan sudah tidak ada lagi pelanggan yang menggunakan. Karena 1/4 dari jumlah pelanggan memang tidak menggunakan, mereka masuk ring 15 km itu” jelasnya.

Pendapatan PT PLN tahun ini ditargetkan bisa mencapai Rp 85 triliun dengan biaya operasional sekitar Rp 145 triliun. Untuk menutupi biaya operasional tersebut, PT PLN menggantungkan pada subsidi pemerintah yang tahun ini mencapai Rp 55,1 triliun dan tambahan dari kenaikan Tarif Dasar Listrik sejak Juli 2010.

(nia/qom)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: