Potensi Gempa Mentawai Dahului Siberut dan Jabar

Potensi Gempa
Mentawai Dahului Siberut dan Jabar
Sabtu, 30 Oktober 2010 | 19:37 WIB

Ilustrasi Kompas/Gunawan

Pusat gempa di Mentawai, Senin (25/10/2010) malam. Sumber Litbang Kompas, diolah dari BMKG dan Lapan.

JAKARTA, KOMPAS.com- Deputi Geofisika, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Prih Harjadi mengatakan, gempa tektonik yang terjadi di Pagai Selatan, Mentawai, 25 Oktober lalu meninggalkan sejumlah daerah yang dalam kondisi kosong aktifitas gempa.

Sejumlah daerah tersebut berpotensi gempa dengan kekuatan cukup besar seperti halnya di Pagai Selatan yang kekuatannya 7,2 skala Richter. Daerah yang dikatakan Prih berpotensi gempa adalah Pagai Utara Kepulauan Mentawai, Pulau Sibereut di Sumatera Barat, Lampung, dan Jawa Barat.

“Ini meninggalkan daerah yang masih kosong aktivitasnya belum kita lihat itu Mentawi, Siberut, Pagai Utara, kemudian Lampung, Jawa Barat, belum kelihatan,” katanya usai diskusi polemik “Bencana dan Duka Indonesia” di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (30/10/2010).

Menurutnya, berdasarkan peta seismic gap, patahan Sumatera menyimpan energi 8,9 skala Richter yang belum semuanya keluar dalam bentuk gempa. Seismic gap tersebut merupakan area patahan yang dulunya memproduksi gempa sangat besar dan dipercaya akan terulang lagi di kemudian hari.

Hingga kini, hanya tinggal keempat daerah tersebut yang belum terlihat aktivitas gempanya. Padahal energi 8,9 skala Richter di patahan Sumatera belum semuanya keluar.

Dalam kesempatan yang sama, staf ahli presiden bidang bencana alam, Andi Arif mengatakan, semula diramalkan energi 8,9 skala Richter tersebut tersimpan di Pulau Sibereut. Pemerintah, katanya, tengah bersiap menghadapi gempa 8,9 SR yang tersimpan di Sibereut saat gempa Mentawai terjadi. Makadari itulah, gempa Mentawai, kata Andi, tidak diduga dapat terjadi.

“Kalau lepas 8,9 SR di Sibereut, tsunami, Kota Padang habis,” katanya. Kekuatan 8,9 SR yang tersimpan tersebut, kata Prih, dapat keluar sedikit demi sedikit atau sekaligus. Setiap kenaikan satu SR, kata Prih, menyimpan energi 30 kali kekuatan sebelumnya.

Dengan demikian, 8 SR sama dengan 30 kali gempa dengan kekuatan 7 SR. Namun, Prih tidak menjelaskan berapa total energi tersimpan yang telah keluar dalam bentuk gempa di patahan Sumatera tersebut.

Penulis: Icha Rastika   |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: