Warga Mentawai Tabu Sebutkan Nama Keluarga Meninggal

Nusantara / Jumat, 12 November 2010 09:15 WIB

Metrotvnews.com, Sikakap: Masyarakat di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, memiliki budaya lokal yang menabukan menyebut nama keluarga mereka yang telah meninggal. Kebiasaan itu menjadi kendala bagi pemerintah daerah untuk mengumpulkan data korban tsunami.

Kepala Dinas Pariwisata Mentawai Desti Seminora Sababalat saat ditemui di Posko Penanggulangan Bencana Tsunami Mentawai, Jumat (12/11), mengatakan, pihaknya kesulitan mendata nama-nama korban tsunami. “Keluarga korban tutup mulut atau mengelak bila ditanya nama keluarga mereka yang meninggal,” jelas Desti.

Menurut Desti, perlu pendekatan psikologis kepada keluarga korban. “Jadi jangan langsung ditanya nama korban, biarkan mereka bercerita dahulu dan menyampaikan keluahannya, baru setelah itu keluarga korban bisa terbuka menyebut nama keluarganya yang menjadi korban,” tambah Desti.

Padahal, kata Desti, pendataan korban dibutuhkan untuk membuat laporan selengkapnya, terkait nama, umur dan alamat. Gempa berkekuatan 7,2 SR diikuti tsunami terjadi 25 Oktober 2010. Bencana itu menyebabkan 447 korban tewas dan 57 lainnya dinyatakan hilang. Selain itu, 173 orang luka berat dan 352 orang luka ringan serta 15.355 orang mengungsi.(Ant/IKA)

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: