Imbas Tsunami Sampai Beriolou dan Bosua

TUAPEIJAT-Gempa bumi yang disertai tsunami pada hari Senin, 25 Oktober 2010 juga berdampak pada pulau Sipora. Khususnya di Kecamatan Sipora Selatan terdapat dua desa yang terdiri dari beberapa dusun disapu oleh tsunami dengan ketinggian sekitar 7 meter.

Dusun Gobik, pusat Desa Bosua, Masokut dan Beriulou sesuai informasi yang didapatkan dari Jimer Munthe anggota DPRD Mentawai yang melakukan peninjauan dan distribusi bantuan ke kedua Desa itu pada hari Rabu (27/10) mengatakan telah tersapu oleh tsunami. Dusun yang terparah adalah dusun Gobik dimana tidak terdapat lagi rumah yang berdiri disana.

Data sementara  Jumlah korban meninggal di kedua desa itu sesuai dengan data yang didapatkan dari BPBD Mentawai hari Jumat (29/10) adalah 21 orang yakni 8 di 5 di Beriulou dan 8 di Masokut. Sementara itu jumlah korban luka berat di dusun Mongan Bosua 15 orang, dusun Gobik 27 orang, Bosua 3 orang dan luka ringan 4 di Mongan Bosua, 13 di Gobik dan 3 di Bosua. Yang dinyatakan hilang masih ada 2 jiwa yakni di dusun Gobik.

Beberapa korban luka berat dari kedua desa itu telah dibawa ke RSUD kabupaten Kepulauan Mentawai dan telah dirawat sejak hari Kamis (28/10). Tubuhnya luka dan tulangnya patah akibat diterjang tsunami yang menggulung rumah dan benda-benda sekitar tempat tinggal warga.

Gereja GKLM dusun Gobik dan jajaran rumah di dusun itu telah rata dengan tanah demikian juga perumahan penduduk di dusun Masokut, sebagian Beriulou dan sebagian desa Bosua. Korban selamat rata-rata tersangkut di pepohonan dengan kondisi luka-luka dan patah tulang.

Hal semacam ini persis sama dengan yang dialami masyarakat yang berada di desa Betumonga Kecamatan Pagai Utara. Menurut Pergamen Sakoikoi yang dihubungi lewat telepon, ia dan tim GKPM telah berangkat ke desa itu pada hari Selasa (26/10) untuk menyalurkan bantuan. Setibanya di kampung itu,mereka mengumpulkan mayat-mayat yang tersangkut dipepohonan dan korban luka yang juga tersangkut dipepohonan.

Menurut Jimer pihaknya telah berkoordinasi dengan posko tanggap darurat di Tuapejat untuk segera menyalurkan bantuan ke kedua desa itu seperti makanan, tenda, pakaian, penerangan dan obat-obatan. Terlihat juga kesibukan posko tanggap darurat hari Jumat (29/10) sedang memuat bantuan itu ke kapal Subbulat.

Keterlambatan pendistribusian logistik juga disebabkan kurangnya stok BBM di Tuapejat. Hari pertama pasca gempa dan tsunami, telah terlihat kelangkaan BBM di Tuapejat. Hal ini disebabkan permintaan BBM melebihi yang biasanya sehubungan dengan banyaknya tim yang menggunakan boat menuju daerah yang kena bencana. Hingga Jumat (29/10), masih banyak tim medis dan logisitik yang belum tersalurkan karena kurangnya BBM di Tuapejat. rpt

http://www.puailiggoubat.com

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: