Kontribusi HPH di Mentawai Dipertanyakan

Pengusahaan Hutan
Kontribusi HPH di Mentawai Dipertanyakan
Laporan wartawan KOMPAS Ingki Rinaldi
Sabtu, 13 November 2010 | 21:07 WIB

PADANG PARIAMAN, KOMPAS.com – Kontribusi perusahaan pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai, khususnya PT Minas Pagai Lumber yang beroperasi di wilayah Pulau Pagai Selatan dan Pulau Pagai Utara dipertanyakan.

Penasehat Yayasan Citra Mandiri Mentawai, Rachmadi, Sabtu (13/11/2010) mengatakan selama puluhan tahun operasi PT Minas Pagai Lumber bisa dikatakan tidak ada kontribusi bagi masyarakat yang tinggal di Pulau Pagai Utara dan Pagai Selatan.

“Coba saja kalikan berapa harga setiap meter kubik kayu itu dan berapa yang diperoleh masyarakat di Mentawai. Bahkan sekarang ini, jika masyarakat mau menuntut bagian hasil hingga Rp 10 triliun pun, saya pikir itu masih belum apa-apa,” kata Rachmadi.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pada hari yang sama mengatakan, sesungguhnya terdapat bagian bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk setiap kayu yang ditebang.

“Hasil HPH ini kan dibawa ke Jakarta, sampai di Jakarta ada bagian daerah yang kembali untuk dipulangkan. Tapi kadang-kadang tidak diumumkan, tapi itu masuk dalam APBD, ada daerah menikmati. Kalau tidak dimanfaatkan oleh bupati itu soal praktiknya kan, tapi bupati dapat bagian dari HPH itu,” ujar Gamawan di ruang VIP Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

PT Minas Pagai Lumber beroperasi sejak 1972 dan pada 1995 diperpanjang kembali izinnya dengan luas areal konsesi mencapai 83.330 hektar atau lebih dari setengah luasan Pulau Pagai Utara dan Pulau Pagai Selatan yang hanya mencapai 1521,55 kilometer persegi.

Akses jalan darat dan bahkan lapangan udara untuk pendaratan dan lepas landas pesawat kecil dimiliki oleh perusahaan itu. Namun, fasilitas tersebut relatif tidak banyak berperan selama masa awal penanganan bencana tsunami yang menghantam sebagian Kepulauan Mentawai pada Senin (25/10) lalu.

Bahkan satu pekan setelah bencana tsunami terjadi pada Senin (25/10) lalu, jalan darat yang dimiliki perusahaan HPH tersebut tidak kunjung diberitahukan pada relawan yang tengah berjuang mendistribusikan bantuan melalui ganasnya jalur laut.

Namun berdasarkan catatan Kompas, dua pekan setelah gelombang tsunami menghantam, Andre Wibisono, Satuan Pengawas Internal PT Minas Pagai Lumber, membantah penutupan akses jalan darat di Kepulauan Pagai sembari menambahkan perbaikan jalan poros yang ada di Pulau Pagai Selatan dipercepat pengerjaannya dengan sejumlah alat berat.

 

Editor: A. Wisnubrata 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: