Korban Mentawai Masih Tunggu Bantuan

Korban Mentawai Masih Tunggu Bantuan
Jumat, 12 November 2010 | 04:04 WIB
KOMPAS/A PONCO ANGGORO
Korban banjir bandang di Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat, antre untuk memperoleh bantuan beras di Wasior, Kamis (11/11). Jatah beras bagi korban banjir dikurangi karena stok beras kian menipis.

Mentawai, Kompas – Warga korban tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, belum mampu mandiri pangan. Untuk itu, distribusi bahan pangan tidak saja masih vital, tetapi juga harus dilakukan secara berkelanjutan selama warga belum mampu mandiri.

Pascatsunami, Senin (25/10), pemerintah dan sejumlah lembaga nonpemerintah telah mendistribusikan bantuan ke sejumlah lokasi pengungsian. Namun, stok bantuan di beberapa lokasi mulai menipis.

Menurut Nahason Saleubaja (49), warga Desa Bulasat, Kecamatan Pagai Selatan, Kamis (11/11), tanaman keladi dan sagu yang menjadi bahan pangan pokok, sebagian besar arealnya rusak digulung tsunami. Bahkan untuk membersihkan lahan dan mencari ikan, warga masih trauma.

Hingga kemarin, dalam data Posko Sikakap disebutkan, masih 1.074 keluarga atau 7.360 jiwa menjadi pengungsi. Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai Paulinus Sadelp menyatakan, pihaknya terus mendistribusikan bantuan setiap hari ke lokasi pengungsian. Pemberian bantuan pangan dijadwalkan sampai 22 November.

Ketua Emergency Response Team Keuskupan Agung Padang di Sikakap, FX Hurint Pr, menyatakan, pemberian bantuan pangan kepada korban tsunami selama dua bulan. Ini belajar dari pengalaman gempa tahun 2007.

”Selama dua bulan pascabencana, biasanya warga belum bisa mandiri pangan. Mereka masih disibukkan membangun kembali tempat tinggalnya yang rusak,” kata Hurint.

Khusus Rumah Sakit Lapangan Batalyon Kesehatan (Yonkes) 1 Divisi Infanteri 1 Kostrad di Kecamatan Sikakap telah ditutup. Menurut Komandan Yonkes 1 Kostrad Letkol CKM Ketut Sukarnanta, penutupan itu karena tanggap darurat kesehatan telah selesai.

Sementara itu, simulasi bencana tsunami yang diikuti 350 pelajar TK dan SD Al Azhar Padang yang dilakukan bersama Komunitas Siaga Tsunami (Kogami), Kamis, belum optimal. Evakuasi menuju lapangan sekolah di Jalan Khatib Sulaiman terus ke titik aman di lapangan Polsek Nanggalo berjarak sekitar 2 kilometer membutuhkan 45 menit 34 detik.

Padahal, hasil perhitungan Hamzah Latief Tsunami Research Group ITB yang didiseminasikan di Kota Padang pada 12 Oktober lalu, durasi evakuasi hanya 22-27 menit sebelum tsunami menghantam daratan. ”Masih terhambat semuanya,” kata Kepala Bidang Pendidikan dan Latihan Kogami, Halomoan Siregar.

Hingga kini belum terdata pasti jumlah korban yang tewas, hilang, dan total pengungsi. ”Minggu ini harus dinyatakan berapa yang hilang dan tewas agar bisa diajukan bantuan untuk korban dan uang lauk-pauk,” kata Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim.

Sementara itu, 10 telepon satelit iridium, 11 telepon satelit merek Thuraya, dan 16 telepon satelit merek Inmarsat milik International Telecommunication Union (ITU) belum bisa semuanya berfungsi. Sebanyak 37 telepon satelit yang dipinjamkan ITU dan dibawa ke Mentawai oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring pada Senin lalu belum bisa semuanya berfungsi.

Stok beras menipis

Stok bantuan beras untuk korban bencana banjir bandang di Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat, kini tinggal 24 karung atau setara 1,2 ton. Persediaan itu diperkirakan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan 240 keluarga selama tiga hari lagi, sementara korban banjir di Wasior mencapai 580 keluarga.

Stok beras korban banjir di kawasan Manggurai, Wasior, sebelum pendistribusian, Kamis pagi, tersisa 35 karung atau 1,75 ton. Setelah Kamis sekitar pukul 13.00 WIT, stok beras tinggal 24 karung. ”Bantuan terakhir bagi korban banjir masuk ke gudang Jumat lalu. Setelah itu, belum ada lagi pasokan bantuan. Padahal, korban banjir masih membutuhkannya,” kata salah satu tokoh masyarakat, Marten Ramar (50).

(LAS/APA/INK)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: