Kerugian di Mentawai Capai Rp 95,5 Miliar

Tribunnews.com – Selasa, 16 November 2010

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Harismanto

TRIBUNNEWS.COM, PADANG – Gempa diikuti gelombang tsunami yang melanda Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) pada 25 Oktober 2010, telah menyebabkan kerugian materiil sebesar Rp 95,5 miliar.

“Sebanyak Rp 67 miliar kerugian atas kerusakan perumahan penduduk dan sisanya kerugian atas rusaknya infrastruktur jalan, jembatan, rumah dinas, rumah ibadah, dan bangunan pendidikan,” kata Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Muslim Kasim, Selasa (16/11/2010).

Terkait dengan kerusakan rumah warga, kata Muslim, saat ini sedang dimulai pelaksanaan pembangunan hunian sementara (huntara) di Km 4, Kecamatan Pagai Utara, sebanyak 402 unit oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan di Km 37 dan 46, Kecamatan Pagai Selatan, sebanyak 516 unit oleh PMI.

Sebelumnya, kayu-kayu yang berada di hutan Kabupaten Kepulauan Mentawai dibolehkan ditebang untuk percepatan pembangunan huntara maupun untuk keperluan rehab-rekon nantinya.

Kebijakan itu diambil Bupati Kepulauan Mentawai, Edison Saleleubaja, mengingat kondisi geografis daerah dan terbatasnya bobot kapal yang bisa bersandar di dermaga Sikakap.

“Lokasi huntara itu di Km 2 Langkao. Di sana akan ditampung warga lima dusun di Pagai Selatan, yaitu Dusun Surat Aban, Limosua, Manai, Lampinang dan Lakkao. Sedangkan di Km 41 ada empat dusun dan di Km 37 ditempatkan warga dari Dusun Purorogat, Sigosok, Muntei Kecil, dan Muntei Besar,” ungkap Edison.

Terkait dengan pembangunan huntara di Mentawai, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, mengatakan, lokasinya sudah bebas dari tsunami karena berada di ketinggian 20 meter dari permukaan laut. Selain itu, jaraknya dari pinggir pantai yaitu 2-5 Km.

“Saat ini semua lokasi untuk huntara sedang di-landclearing. Saya minta seluruh stakeholder untuk bekerja keras dalam pembersihan lahan sampai pembangunan huntara selesai. Apalagi di relokasi Kenjaya, masih membutuhkan pembukaan jalan sepanjang 300 meter. Kawasan Trans Tekapo dan Km 17 di Pagai Utara juga menjadi lokasi huntara,” kata Irwan.

Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, mengatakan, terkait bencana, boleh-boleh saja jika pemerintah daerah memanfaatkan kayu di hutan. Namun, ia mengingatkan agar tidak main asal tebang saja.

“Hanya 70 persen yang boleh ditebang. Itu pun pohon yang lingkarannya di atas 50 cm,” katanya.

Editor: anwarsadat

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: