Komoditas Baru di Mentawai Harus Dikaji Ulang

PERTANIAN
Komoditas Baru di Mentawai Harus Dikaji Ulang
Selasa, 16 November 2010 | 03:38 WIB

Padang, Kompas – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tengah berencana mengenalkan komoditas jagung dan jeruk untuk ditanam di sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang terdampak tsunami. Kepala Dinas Pertanian Sumbar Djoni, Senin (15/11), mengatakan, pengenalan dua komoditas baru itu akan dilakukan setelah upaya tanggap darurat selesai dan lokasi permukiman yang baru telah diketahui.

Djoni mengatakan, khusus untuk komoditas jeruk, pihaknya telah menyediakan anggaran untuk pengadaan sekitar 50 batang jeruk siam yang akan dibagikan kepada tidak kurang dari 1.200 warga. Total lahan yang dibutuhkan diperkirakan mencapai 200 hektar.

”Jadi, tempat tinggalnya mesti jelas dulu,” kata Djoni. Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim mengatakan, pemerintah akan membuka sekitar 5.000 hektar lahan untuk penanaman jagung.

”Jadi, selain untuk di Mentawai, jagung itu juga bisa dikirim ke Padang,” ujar Muslim.

Djoni menambahkan, bibit jagung kemungkinan akan diambilkan dari produsen benih lokal yang ada di Solok, Sumbar. Ia menyebutkan, pembukaan lahan perkebunan itu hanya akan dilakukan di lahan-lahan milik setiap keluarga.

Menanggapi rencana tersebut, Deputi Direktur Yayasan Citra Mandiri Mentawai Frans R Siahaan mengatakan, pemerintah semestinya lebih memikirkan soal regulasi dan memfasilitasi setiap upaya produksi pertanian atau perkebunan masyarakat Mentawai. ”Soal apa komoditas yang harus ditanam, masyarakat jelas lebih tahu,” ujarnya sembari mempertanyakan kecocokan komoditas jeruk yang ditanam di daerah panas.

Frans menambahkan, sejumlah komoditas, seperti cokelat yang saat ini ditanam di Mentawai, justru masih sulit pemasarannya karena penentuan harga oleh tengkulak yang menyulitkan masyarakat. Relawan Lumbung Derma, Rifai Lubis, menambahkan, pemerintah mestinya lebih fokus untuk mengembangkan apa komoditas yang sudah ada saat ini ketimbang mengenalkan komoditas baru.

Penasihat Yayasan Citra Mandiri Mentawai, Rachmadi, menuturkan, pengenalan komoditas jagung dan jeruk akan membawa persoalan baru. Pasalnya, masyarakat akan dipaksa untuk memiliki ketergantungan pada benih hibrida. (INK)

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: