Pemprov Sumbar Akhirnya Tanggung Biaya Transportasi Relawan

Tribunnews.com

Pemprov Sumbar Akhirnya Tanggung Biaya Transportasi Relawan

setwapres
Sebagian daerah di Kepulauan Mentawai yang tidak terkena tsunami 25 Oktober 2010
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Harismanto

TRIBUNNEWS.COM, PADANG – Keluhan sejumlah relawan medis terkait mahalnya biaya transportasi di Kabupaten Kepulauan Mentawai serta tak adanya perhatian pemerintah setempat, terjawab sudah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar akan menanggung biaya transportasi para relawan hingga masa tanggap darurat berakhir pada 23 November 2010.

“Kita akan bantu biaya transportasi para relawan hingga perpanjangan masa tanggap darurat selesai. Hal ini dilakukan karena banyaknya laporan yang masuk bahwa relawan juga membayar biaya transportasi penyeberangan saat hendak membantu korban tsunami. Padahal seharusnya para relawan tak dipusingkan lagi dengan biaya itu karena mereka sudah melakukan tugas kemanusiaan di Mentawai,” ungkap Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Jumat (12/11/2010).

Oleh karena itu, katanya, BPBD Sumbar akan bekerjasama dengan ASDP (Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan) dan Dinas Perhubungan Sumbar. “Biaya para relawan akan dicatat ASDP, lalu pihak BPBD Sumbar yang akan membayarnya,” jelas Irwan.

Sebelumnya, sejumlah relawan medis sejak Selasa (9/11/2010), mulai hengkang dari Kabupaten Kepulauan Mentawai. Diduga kepulangan sejumlah relawan medis itu karena tak adanya perhatian dari Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Mentawai terkait biaya transportasi.

“Kita seperti dibiarkaan bekerja sendiri oleh pemerintah di sini. Koordinasi tak pernah ada, sehingga kami harus membiayai sewa kapal senilai Rp2 juta sampai Rp4 juta. Belum lagi biaya ojek yang mencapai Rp300 ribu per hari,” ungkap Hartati, seorang relawan medis yang mempercepat misinya di Mentawai.

Padahal keberadaan relawan medis, hingga kini sangat dibutuhkan di mentawai untuk mengobati dan memberikan pelayanan kesehatan kepada korban luka-luka dan pengungsi yang masih tinggal di tenda-tenda darurat pengungsian di kawasan Pagai Utara dan Pagai Selatan.

Penulis: Harismanto

Editor: Tjatur

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: