Percepat Pembangunan Hunian Korban Tsunami Mentawai

Selasa, 16 November 2010
PADANG–MICOM:Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI Agung Laksono meminta pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pihak-pihak yang terlibat untuk mempercepat pembangunan hunian sementara korban tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat.
Menko Kesra menyampaikan hal itu, saat memberikan sambutan dalam ekspos perkembangan penanganan masa tanggap darurat bencana Tsunami Mentawai dari pemerintah Provinsi Sumbar, di Auditorium Gubernur, Senin (15/11) malam.

Pada kesempatan itu, hadir Menteri PU, Djoko Kirmanto dan Menteri Perumahan Rakyat, Suharso Monoarfa, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Wagub Muslim Kasim dan sejumlah bupati/wali kota serta pejabat dari BNPB.

Menko Kesra, Meteri PU dan Menpera melakukan kunjungan ke Sumbar, melihat perkembangan penanganan bencana tsunami Mentawai, serta akan meninjau langsung lokasi bencana pada Selasa (16/11).

“Kita mendorong kalau bisa lebih cepat sehingga pengungsi korban tsunami bisa menempatinya di bangunan hunian sementara itu,” katanya.

Menko Kersa menyampaikan, pihaknya memahami belakangan ini cuaca buruk sering terjadi, tetapi dengan berbagai langkah harus terus diupayakan. Jadi, dalam upaya percepatan pembangunan hunian sementara itu, tentu dibutuhkan kerja sama lintas sektor, dan pemerintah kabapaten, pemerintah provinsi dengan pemerintah pusat.

Menurut Agung, daerah yang terkena bencana harus dipercepata pemulihannya, hendaknya bisa lebih baik dari kondisi semula. Selain itu, warga yang masih mengungsi harus diberikan tempat yang layak sehingga diperlukan percepatan pembangunan rumahnya.

“Kita berterima kasih atas kerjasama berbagai pihak dalam masa transisi ini tanggap darurat ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi ini, upaya untuk pengerjaan hunian sementara sudah di mulai,” katanya.

Justru itu, langkah ke depannya tentu dipersiapkan untuk pembangunan rumah masyarakat korban bencana tsunami yang layak pada tahap rehab-rekon. Oleh karena itu, kata Menko Kesra, rencana relokasi pemukiman warga yang sudah terkena tsunami dibicarakan dan harus didukung tokoh masyarakat setempat sehingga prosesnya bisa lebih cepat.

Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim sebagai komandan lapangan penanganan tanggap darurat tsunami Mentawai, mengatakan proses pembangunan hunian sementara sudah di mulai di Pagai Selatan dan Pagai utara.

Wagub menjelaskan, material-material bangunan sudah dikirim dari Padang, dalam upaya percepatan pembangunan hunian sementara yang berukuran 4X6 meter itu.

Hunian sementara di bangun sebanyak 1.500 di Pagai Utara yang ditangani Palang Merah Indonesia (PMI), 76 unit di sejumlah dusun pada Pagai utara.

Korban tsunami meninggal dunia yang ditemukan sampai pada posisi 15 November 2010 tercatat 454 orang, luka berat sebanyak 175 orang, luka ringan sebanyak 135 orang, korban hilang 43 orang dan pengungsi masih tercatat 7.397 jiwa. (Ant/OL-2)

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: