Rehabilitasi Mulai Dipersiapkan

TSUNAMI MENTAWAI
Rehabilitasi Mulai Dipersiapkan
Senin, 15 November 2010 | 05:03 WIB

MENTAWAI, KOMPAS – Seminggu menjelang akhir masa tanggap darurat, pemerintah mulai melakukan sejumlah persiapan pembangunan tempat hunian sementara bagi pengungsi korban tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Rencananya, warga pengungsi yang tersebar di dusun-dusun akan dikumpulkan di enam lokasi baru.

Persiapan itu di antaranya dengan pendistribusian alat berat dan pembukaan lahan relokasi. Pada Minggu (14/11), Kapal Motor Penumpang Ambu-Ambu dari Kota Padang tiba di Kecamatan Sikakap, Kepulauan Mentawai, membawa berbagai alat berat dan material.

Menurut Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Sumbar Firman Dalil, alat berat digunakan untuk membangun infrastruktur, seperti jalan dan membuka lahan relokasi yang konturnya masih miring.

Sebuah jembatan bailey akan didatangkan untuk menggantikan salah satu jembatan di Pulau Pagai Selatan yang rusak. Dari pelabuhan Sikakap, alat berat tersebut akan dibawa ke areal relokasi.

Tempat tinggal darurat

Beberapa hari sebelumnya, Palang Merah Indonesia (PMI) telah mendistribusikan tenda-tenda ke Kilometer 37 di Pulau Pagai Selatan yang akan jadi salah satu tempat hunian sementara pengungsi. Targetnya, PMI akan mendirikan 150 tenda di lokasi itu.

Menurut Komandan Korem 032/Wirabraja Padang Kolonel Infanteri Mulyono, tenda itu akan digunakan para pengungsi untuk tempat tinggal darurat selagi hunian sementara belum selesai dibangun. Dengan dikonsentrasikannya pengungsi Pagai Selatan di Km 37, diharapkan bantuan logistik bisa lebih mudah didistribusikan. Untuk pengungsi di Pagai Utara, belum ada informasi yang pasti soal tempat tinggal darurat.

Saat ini, pengungsi korban tsunami tersebar di sekitar dusun mereka di Pulau Pagai Utara dan Pagai Selatan. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai berniat merelokasi mereka di enam lokasi, dua lokasi di Pulau Pagai Utara dan empat lokasi di Pagai Selatan.

Relawan Aksi Cepat Tanggap, Lutfi Kurnia, yang mendampingi warga Dusun Pasapuat, Desa Saumanganyak, Kecamatan Pagai Utara, mengatakan, relokasi keenam lokasi yang ditentukan pemerintah tak mudah dilakukan. Pasalnya, warga mengharapkan relokasi di sekitar permukiman lama yang aman dari tsunami. ”Lagi pula konsep relokasinya juga belum jelas mau seperti apa konkretnya,” kata Lutfi.

Umumnya warga bersedia direlokasi, tetapi harus di sekitar ladang yang jadi mata pencarian sehari-hari. Tradisi itu tak mudah diubah.

Berdasarkan data terakhir Posko Tanggap Darurat Sikakap, pengungsi berjumlah 1.074 keluarga yang terdiri atas 7.360 jiwa. Mereka berasal dari sedikitnya 66 dusun, 9 desa, dan 4 kecamatan. Sementar rumah rusak berat sebanyak 545 unit dan rusak ringan 204 unit. (LAS)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: